• Papan Nama Sekolah
  • header3

AHLAN WA SAHLAN di Website PAUDQu/TPQ/RTQ AL BUKHORI | Terima Kasih Kunjungannya... Semoga Anda Bahagia dan Diberkahi Allah Hari Ini...Cerdas Tangguh Kreatif Berakhlaqulkarimah

Pencarian

Kontak Kami


PAUDQu/TPQ/RTQ AL BUKHORI

NPSN : 70025779

Perum Griya Asri 2 Blok C RW 032 Ds. Sumber Jaya Kec. Tambun Selatan Kab. Bekasi


info@albukhoriga2tambun.sch.id

TLP : 081298470992


          

Prestasi Siswa


LOMBA PAUDQu SeKab. Bekasi

Juara Umum Lomba Antar Santri PAUDQu Se-Kab. Bekasi Tahun 2024



:: Selengkapnya

Banner

Statistik


Total Hits : 275018
Pengunjung : 126649
Hari ini : 11
Hits hari ini : 89
Member Online : 0
IP : 216.73.217.138
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

RENUNGAN DIRI...




Bismillahirrahmaniirrahiim,

 

Guru atau pendidik merupakan profesi yang dianggap masyarakat memiliki kemuliaan yang tinggi.  Profesi guru memang mengikat konsekuensi dalam bersosialisasi di lingkungan.  Guru dianggap sebagai orang yang harus selalu berada dalam kebaikan dan kebenaran.  Padahal guru juga manusia yang terkadang sifat manusianya muncul seperti marah, kesal, dongkol, atau lainnya.

Ilustrasi di bawah ini dapat memberikan kita hikmah atas segala kejadian atau peristiwa yang terjadi.

 

Jangan Mengeluh

 

Ilustrasi ke satu :

Ada cerita menarik mengenai seorang pemuda yang mengeluh karena tidak dibelikan sepatu oleh orang tuanya, padahal sepatunya sudah lama rusak.  Pada suatu sore ia melihat seseorang yang tidak mempunyai kaki, tapi tetap ceria menjalani hidup ini.  Saat itu juga si pemuda berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.

 

Renungan  :

Secara umum yang sering membuat kita tidak bersyukur adalah kecenderungan membanding – bandingkan diri kita dengan orang lain.  Kita merasa orang lain lebih beruntung.  Kemanapun kita pergi, selalu ada yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri dan lebih kaya dari kita. Rumput tetangga memang seringkali lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri.

 

Ilustrasi ke dua :

Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa.

Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam memanggil – manggil “ Mayang….., Mayang…..”.  Seorang pengunjung yang kebetulan lewat keheranan dan menanyakan masalah yang dihadapi orang tersebut kepada dokter.

Si dokter menjawab, “Orang ini mengalami stress berat setelah cintanya ditolak oleh Mayang…, dan mungkin dengan menjalani terapi penyembuhan di rumah sakit ini, beberapa bulan kedepan dia akan normal..”.

Sipengunjung manggut – manggut, tapi begitu lewat ruangan lain ia terkejut melihat penghuninya yang terus menerus membenturkan kepalanya di dinding dan berteriak “Mayang…, Mayang…., Mayang…”.  “Apakah orang ini juga punya masalah dengan Mayang..? Tanya sipengunjung keheranan.  Dokter kemudian menjawab, “Ya…., dialah yang akhirnya menikah dengan Mayang..”.

 

Renungan  :

Hidup akan lebih indah dan bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki…, karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.

 

Ilustrasi ke tiga :

Cerita ini mengenai seorang ibu yang terapung beberapa hari di laut karena kapalnya karam tetapi si ibu tetap tersenyum dan bahagia.  Ketika ditanya kenapa demikian ia menjawab, “Saya mempunyai dua anak laki – laki. Yang pertama sudah meninggal dan yang kedua hidup di tanah seberang…”. 

“Lalu apa hubungannya dengan keadaan ibu yang terapung – apung di laut..?” Tanya seseorang.  “Kalau saya berhasil selamat…, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya…, tetapi kalaupun saya akhirnya mati tenggelam.., saya juga akan bahagia karena berjumpa dengan anak pertama saya yang ada di surga..” Jawab si ibu menjelaskan.

 

Renungan  :

Bagaimana sebaiknya kita menyikapi segala kesulitan dengan pilihan – pilihan atau tindakan – tindakan yang berenergi positif dan menerima kemungkinan terburuk yang terjadi dengan rasa bahagia.

 

Ketika Gubug ku Terbakar

 

Berikut ini adalah sebuah ilustrasi yang dapat kita jadikan suatu pelajaran bagaimana kita menyikapi suatu keadaan atau kejadian dengan tetap berpikir positif dan kebaikan pada diri kita.

 

Pada suatu kecelakaan tenggelamnya sebuah kapal laut, ada satu – satunya penumpang pria yang selamat dan kemudian terdampar di sebuah pulau yang kecil dan tak berpenghuni.  Di pulau tersebut sang pria segera berdoa agar Tuhan selalu melindungi dan memberikan pertolongan untuk menyelamatkannya.

 

Hari – hari selanjutnya dia terus mengamati langit dan berharap tim penyelamat datang menjemputnya....,  tetapi tidak ada sesuatupun yang datang.  Dengan lelahnya, akhirnya ia berhasil membangun sebuah gubug kecil di pinggir pantai dari kayu apung untuk melindungi dirinya dari cuaca, serta untuk menyimpan beberapa barang yang masih dapat diselamatkan.

 

Pada suatu sore ketika baru kembali dari pergi mencari makan di dalam pulau, dia mendapati gubug kecil itu terbakar, asapnya mengepul ke langit.  Dan yang lebih buruknya...., seluruh pakaian, persediaan makanan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk hidup di pulau itu habis semuanya.

 

Dia sedih, marah, dan putus asa....., lalu berkata “ Tuhan teganya engkau melakukan ini padaku..!!!” dia menangis hingga akhirnya tertidur.

Pagi – pagi keesokan harinya....., dia terbangun oleh suara kapal laut yang datang mendekati pulau itu.  Ternyata kapal itu datang untuk menyelamatkannya.

“Bagaimana kamu tahu bahwa aku di sini..?? Tanya sang pria itu kepada penyelamatnya.  “Kami melihat tanda asapmu”, jawab mereka.

 

Renungan  :

Kadangkala kita mudah sekali untuk menyerah ketika keadaan menurut kita menjadi lebih buruk.  Tetapi kita tidak boleh goyah, karena “Yang Kuasa” bekerja dalam hidup kita, juga ketika kita dalam kesakitan dan kesusahan.

Ingatlah..., ketika gubukmu terbakar..., mungkin itu “tanda asap” bagi “Yang Kuasa”.

Ketika ada kejadian negatif pada diri kita, kita harus berkata bahwa “Yang Kuasa” pasti mempunyai jawaban yang positif untuk kejadian tersebut

 

 

Dendam & Amarah

 

Cerita ini “Kisah Nyata” yang pernah terjadi di Suatu negara yang bernama Amerika Serikat.

Seorang pria membawa pulang Jeep baru kebanggaannya yang telah lama ia idam – idamkan.  Setelah sampai di rumah kemudian ia meninggalkan mobilnya itu sejenak di halaman rumah untuk melakukan kegiatan lain.  Anak lelakinya yang berumur 3 tahun baru saja pulang bermain dengan palu dirumah temannya sangat gembira melihat ada mobil baru.  Ia memukul – mukulkan palu yang dibawanya ke Jeep baru tersebut.  Akibatnya jeep baru tersebut penyok dan catnya tergores.

 

Mendengan suara pukulan palu di mobil, pria tersebut berlari menghampiri dan menarik lalu memukul anaknya.  Saking marah dan jengkelnya, si pria memukul tangan anaknya dengan palu berkali – kali sebagai hukuman.  Setelah sang ayah sadar dan tenang kembali, ia segera membawa anaknya ke rumah sakit.  Walaupun dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari – jari anaknya yang hancur, tetapi tetap gagal.  Akhirnya dokter memutuskan untuk mengamputasi semua jari pada kedua tangan anak kecil tersebut.

 

Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasinya, si anak menyadari bahwa jarinya telah tidak ada dan tangannya dibungkus perban.  Dengan polos ia berkata, “Ayah…, aku minta maaf tentang jeepmu.”  Kemudian sianak kembali bertanya “Tetapi ayah…, kapan jari – jariku akan tumbuh kembali ..??

 

Si pria begitu terpukul mendengar ucapan anaknya, ia pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri

 

Renungan    :

 

  • Berpikirlah dahulu sebelum kau kehilangan kesabaran kepada seseorang yang kau cintai.
  • Jeep dapat diperbaiki…, tetapi tulang yang hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak dapat diperbaiki.
  • Terlalu sering kita gagal untuk membedakan antara orang dan perbuatannya. Kita seringkali lupa bahwa kekuatan mengampuni lebih besar daripada membalas dendam.
  • Orang dapat berbuat salah…, tetapi tindakan yang kita ambil dalam kemarahan akan menghantui kita selamanya.
  • Tahan…, tunda…, dan pikirkan sebelum mengambil tindakan.
  • Ingatlah untuk mengampuni dan melupakan, serta mengasihi satu dengan lainnya. Ingatlah …, jika kau menghakimi seseorang, kau tidak akan punya waktu untuk mencintainya…., dan waktu tidak akan dapat diulang kembali.
  • Hidup tidaklah dapat dibackward dan diforward layaknya sebuah VCD PLAYER… Hidup hanya  ada tombol PLAY dan STOP saja…
  • Jangan sampai kita melakukan kesalahan yang dapat membayangi kehidupan kita kelak.
  • Yang menjadi inti dalam kehidupan ini adalah “HATI”. Hiasilah hati dengan belas kasih dan cinta kasih….. karena CINTA KASIH merupakan nafas kehidupan kita yang sesungguhnya…….
  • Sudahkah ANDA memiliki CINTA KASIH kepada sesama..??




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :





   Kembali ke Atas